AMBA Sultra Dialog Bersama Wagub Hugua, Bahas Penguatan Budaya, Pariwisata, dan Peran Generasi Muda

Budaya 20 Aug 2026 15:52 3 min read 555 views By Redaksi Celebesnesia
AMBA Sultra Dialog Bersama Wagub Hugua, Bahas Penguatan Budaya, Pariwisata, dan Peran Generasi Muda
PB AMBA Sultra berdialog dengan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara Hugua mengenai penguatan budaya, pariwisata, ekonomi kreatif, dan peran generasi muda.

KENDARI, Celebesnesia — Penguatan kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, serta peran generasi muda menjadi bagian penting dalam mendorong pembangunan Sulawesi Tenggara yang berkelanjutan.

Hal tersebut menjadi pokok pembahasan dalam pertemuan dan dialog antara Pengurus Besar Angkatan Muda Bumi Anoa (PB AMBA) Sultra melalui Divisi Seni, Budaya dan Pariwisata bersama Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Ir. Hugua, di ruang kerja Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara, Kamis (20/8/2026).

Pertemuan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WITA tersebut dihadiri Ketua Umum PB AMBA Sultra, Stenly Diover, bersama Koordinator Divisi Seni, Budaya dan Pariwisata PB AMBA Sultra, La Ode Umar Zaid.

Dialog berlangsung dalam suasana terbuka dengan membahas sejumlah potensi yang dimiliki Sulawesi Tenggara, khususnya kekayaan budaya yang tersebar di berbagai daerah, pengembangan destinasi pariwisata, pertumbuhan ekonomi kreatif, hingga pentingnya keterlibatan generasi muda dalam mengelola dan mempromosikan potensi tersebut.

Sulawesi Tenggara memiliki kekayaan budaya yang tidak hanya menjadi identitas masyarakat, tetapi juga memiliki potensi ekonomi dan pariwisata apabila dikembangkan secara tepat. Karena itu, penguatan ekosistem kebudayaan dinilai membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, termasuk komunitas, organisasi kepemudaan, pelaku ekonomi kreatif, masyarakat adat, akademisi, dan pemerintah.

Dalam kesempatan tersebut, Ir. Hugua menekankan pentingnya posisi generasi muda dalam menjaga sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan pariwisata Sulawesi Tenggara kepada masyarakat luas.

Menurutnya, pemuda memiliki ruang strategis untuk menjadi bagian dari proses pelestarian budaya sekaligus memanfaatkan perkembangan teknologi dan kreativitas dalam memperkenalkan potensi daerah.

Ia juga menilai kolaborasi antara pemerintah dan berbagai lembaga kemasyarakatan menjadi salah satu kunci dalam mendorong pengembangan sektor kebudayaan dan pariwisata.

Semangat kolaborasi tersebut menjadi semakin relevan di tengah perubahan pola promosi pariwisata dan kebudayaan yang kini semakin bergantung pada kreativitas generasi muda serta pemanfaatan media digital.

Bagi AMBA Sultra, dialog tersebut menjadi ruang untuk menyampaikan gagasan sekaligus memperkuat komunikasi antara organisasi kepemudaan dan pemerintah daerah. Pertemuan ini juga menjadi bagian dari upaya mendorong agar kebudayaan tidak hanya dipandang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga sebagai kekuatan yang dapat dikembangkan untuk masa depan.

Ketua Umum PB AMBA Sultra, Stenly Diover, menyampaikan bahwa keterlibatan pemuda dalam isu kebudayaan, pariwisata dan ekonomi kreatif perlu terus diperluas. Menurutnya, generasi muda memiliki kedekatan dengan teknologi dan ruang kreatif sehingga dapat mengambil peran dalam memperkenalkan identitas budaya Sulawesi Tenggara ke tingkat yang lebih luas.

Sementara itu, Koordinator Divisi Seni, Budaya dan Pariwisata PB AMBA Sultra, La Ode Umar Zaid, menilai kekayaan budaya Bumi Anoa membutuhkan ruang kolaborasi yang lebih luas agar berbagai potensi lokal dapat terdokumentasi, dipromosikan, dan dikembangkan secara berkelanjutan.

“Budaya bukan hanya tentang bagaimana kita menjaga warisan leluhur, tetapi juga bagaimana generasi hari ini mampu menerjemahkannya menjadi kekuatan baru bagi masyarakat,” demikian semangat yang mengemuka dalam dialog tersebut.

Pertemuan antara AMBA Sultra dan Wakil Gubernur Sulawesi Tenggara ini diharapkan menjadi awal dari komunikasi dan kolaborasi yang lebih luas dalam mendorong penguatan kebudayaan, pariwisata, serta ekonomi kreatif di Sulawesi Tenggara.

Sebab, ketika pemerintah, masyarakat dan generasi muda berjalan dalam satu arah, kekayaan budaya tidak hanya akan tetap hidup sebagai identitas daerah, tetapi juga dapat tumbuh menjadi kekuatan sosial, ekonomi dan pariwisata bagi masa depan Bumi Anoa.

Recent Articles