KonggArt Manajemen Kolaka Bawa Tari Mombesara dan Molulo, Wakili Budaya Tolaki Konawe Mekongga di Mangkasara’ Molulo

Budaya 01 Sep 2026 12:54 3 min read 367 views By La Ode Umar Zaid
KonggArt Manajemen Kolaka Bawa Tari Mombesara dan Molulo, Wakili Budaya Tolaki Konawe Mekongga di Mangkasara’ Molulo
KonggArt Manajemen Kolaka membawa Tari Mombesara dan Tari Molulo untuk memperkenalkan budaya Tolaki Konawe Mekongga dalam Bumi Anoa Nusantara Festival Mangkasara’ Molulo di Pantai Losari, Makassar.

MAKASSAR, Celebesnesia — Kekayaan budaya Suku Tolaki Konawe Mekongga turut mengambil bagian dalam semarak Bumi Anoa Nusantara Festival “Mangkasara’ Molulo” yang digelar di Anjungan Pantai Losari, Kota Makassar.

Mewakili masyarakat Suku Tolaki Konawe Mekongga, KonggArt Manajemen Kolaka hadir membawa misi promosi dan pengenalan budaya melalui seni pertunjukan. Dalam kesempatan tersebut, rombongan menampilkan sejumlah karya tari tradisional Tolaki, di antaranya Tari Mombesara dan Tari Molulo.

Penampilan tersebut menjadi ruang bagi KonggArt Manajemen Kolaka untuk memperkenalkan identitas budaya Konawe Mekongga kepada masyarakat yang lebih luas, sekaligus memperlihatkan bahwa kekayaan budaya Sulawesi Tenggara memiliki tempat penting dalam panggung kebudayaan Nusantara.

Dengan gerakan yang sarat makna dan karakter budaya Tolaki, para penari tampil membawa semangat kebersamaan. Sementara Tari Molulo, yang dikenal dengan nuansa kebersamaan dan pergaulan masyarakat, semakin menguatkan pesan persaudaraan yang menjadi salah satu ruh utama perhelatan Mangkasara’ Molulo.

Kehadiran mereka tidak hanya menjadi pertunjukan seni, tetapi juga bentuk representasi masyarakat adat dan budaya Konawe Mekongga di tengah pertemuan para pegiat kebudayaan dari berbagai daerah.

Disaksikan Tokoh Adat dan Budayawan ASEAN

Pertunjukan budaya tersebut turut disaksikan oleh sejumlah pegiat budaya dari Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara, serta masyarakat Kota Makassar.

Yang semakin menarik, penampilan budaya Tolaki Konawe Mekongga ini juga mendapat perhatian dari tokoh adat dan budayawan dari kawasan ASEAN yang hadir dalam rangkaian kegiatan Mangkasara’ Molulo.

Momentum tersebut menjadi kesempatan strategis bagi KonggArt Manajemen Kolaka untuk memperkenalkan kekayaan seni Tolaki tidak hanya kepada masyarakat lokal, tetapi juga kepada jejaring kebudayaan yang lebih luas.

Bagi KonggArt Manajemen Kolaka, membawa kesenian Tolaki ke ruang publik seperti Pantai Losari merupakan bagian dari upaya menjaga agar budaya tetap hidup, dikenal dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Seni pertunjukan menjadi medium yang mempertemukan masa lalu dan masa kini. Nilai-nilai yang diwariskan leluhur dapat terus hadir melalui kreativitas generasi muda tanpa kehilangan akar identitasnya.

17 Penari, Satu Semangat Membawa Identitas Mekongga

Dalam pagelaran tersebut, KonggArt Manajemen Kolaka membawa 17 penari yang tampil dalam satu kesatuan pertunjukan, didampingi dua official.

Para penari:

Ananda Alifa Zakia

Heirin

Asfa Azifa

Natasya

Suci Ainun Maulidya

Mekar Sari

Sri Rizki Amalia

Cindy Aulia

Ines Fairul Ziahari

Medhinda Shangrilla Putri

Mutiara Putri Lapaga

Muh. Nabil Juhardin

Muh. Aqzal Rajab

Muh. Aslam Al Fattah

Muh. Hasdar

Agri

Dewi Claudia Patinggi

Official:

Darman, S.Pd.

St. Isma Susanty, S.Pd.

Keterlibatan mereka menjadi bagian dari perjalanan panjang pelestarian budaya Tolaki melalui generasi muda. Mereka tidak hanya datang membawa tarian, tetapi juga membawa nama, identitas dan kebanggaan masyarakat Konawe Mekongga.

Melalui panggung Mangkasara’ Molulo, budaya Tolaki kembali menunjukkan wajahnya di tengah keberagaman budaya Sulawesi. Dari Konawe Mekongga menuju Pantai Losari, seni menjadi bahasa yang mampu mempertemukan perbedaan.

Recent Articles